RSS

Kamu tidak memakan cangkirnya, kamu meminum tehnya.

Secangkir teh

Suatu hari, empat sahabat baik yaitu Amir, Amat, Budi dan Andi mengadakan reuni bersama setelah sekian tahun tidak bersua. Mereka mengadakan reuni disebuah cafe favorit mereka sejak masih muda.

Dalam perbicangan mereka, diketahui mereka telah menjadi pengusaha yang sukses. Amir sekarang berbisnis bahan-bahan bangunan. Amat mempunyai restoran dimana ia tinggal. Budi meneruskan mini market orang tuanya, dan Andi adalah seorang pengembang yang cukup dikenal.

Tetapi, dalam perbincangan mereka juga, kebanyakkan yang diperbicangkan bukanlah tentang bisnis itu sendiri ataupun kenangan-kenangan berharga ketika mereka masih berstatus muda dan berjiwa petualang. Yang diperbicangan dan malah saling “membanggakan” adalah keluhan dan ketidakbahagiaan mereka.

Setelah berdebat cukup lama, Amir yang kebetulan lebih banyak mendengar menghentikan “kebanggaan” teman-temannya. “Stop bro! Gue pusing nih dengar keluhan kalian. Kita harusnya bersenang-senang udah lama gak ngumpul malah jadi tempat curhat dan keluh kesah…”.

“Iya ne bro, tapi kita memang tidak bisa lari dari kenyataan bukan? Buktinya gue sekarang mau ngumpul dengan kalian aja susah. Mana mini market yang gue jalani 24 jam lagi. Capek dee…”, jawab Budi sambil diiyakan dengan anggukkan kepala teman-temannya.

“Oya, mengapa kita tidak menemui guru kita waktu SD dulu yang terkenal baik dan bijak? Mungkin dia bisa memberi kita jawaban mengapa kita tidak pernah merasa bahagia dengan apa yang kita lakukan. Padahal banyak diluar sana banyak sekali yang ingin mempunyai posisi seperti kita. Pasti ada yang salah dengan kita semua”, lanjut Andi.

Semuanya setuju dengan pendapat Andi. Lalu setelah menentukan waktu dan lokasi berkumpul, keempat sahabat ini pun berpisah dengan kendaraan pribadi masing-masing.

“Selamat siang pak guru Mike…”, sapa Amir dengan semangat sambil melambaikan tangannya. Terlihat duduk seorang tua sedang mengajar anak-anak kecil dibawah kumpulan pepohonan yang rindang. Ternyata itu adalah guru SD mereka yang bernama Mike.

Setelah berbasa-basi sebentar dan menemani anak-anak bermain sebentar sesuai permintaan guru mereka Mike, mereka pun disuruh gurunya untuk berkumpul dirumah sederhananya.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh guru mereka, dan tanpa mereka ketahui ternyata gurunya telah tahu maksud kedatangan mereka.

“Ada yang suka teh?’, tanya sang guru. Semua mengangguk kepala tanda setuju. Lalu guru mereka masuk kedapur dan membawa 6 cangkir teh. 2 cangkir teh sangat mewah. 2 cangkir teh terlihat biasa dan 2 cangkir lainnya terlihat jelek tidak menyenangkan mata.

Ketika guru mereka meletakkan 6 cangkir itu, 2 cangkir pertama langsung diambil Amir dan Amat seperti saling berebutan. Budi dan Andi saling berpandangan dan langsung mengambil 2 cangkir yang terlihat biasa itu. Sisanya, 2 cangkir yang terlihat jelek itu tidak seorangpun yang mau.

Padahal guru mereka sengaja menaruh cangkir paling mewah itu jauh dari jangkauan mereka, dan yang terlihat jelek ditaruh didekat mereka. Melihat mereka, sang guru hanya bisa tersenyum. Lalu ia pun menuangkan teh itu pada cangkir pilihan murid-muridnya.

“Lalu, apa yang membawa kalian kesini menemui kakek tua yang sudah pikun ini…”, tanya gurunya membuka suara. Lalu keempatnya tanpa babibu basa-basi mulai mengeluh dan saling membandingkan.

Setelah cukup lama mendengar keluhan mereka, gurunya hanya tersenyum dan seringkali tertawa kecil melihat tingkah mereka. Keempatnya sudah jadi pengusaha sukses, tetapi apa yang mereka bicarakan seakan-akan menyesal telah sukses.

Dengan santai sang guru mengambil cangkir mereka semua. Lalu dibawanya cangkir itu kedapur dan dicuci bersih lagi. Setelah itu cangkirnya dibawa keluar lagi dan diletakkan diatas meja tadi. Kali ini, guru mereka melarang mereka untuk mengambil cangkirnya dahulu.

Lalu dipanggilnya cucunya datang menghampiri mereka semua. “Cu…, mau minum teh kakek?”, tanya sang guru pada cucunya. “Mau kek, mau banget…”, jawab sang cucu sambil melompat-lompat senang. “Kalau begitu pilih cangkir yang kamu mau”, lanjut sang guru sambil tersenyum ramah.

Sang cucu langsung saja ambil satu cangkir yang dimeja dan kebetulan yang diambil adalah cangkir yang terlihat paling jelek. Lalu sang guru menuangkan teh pada cangkir itu.

“Hmmm…, enak kek, minta lagi”, pinta sang cucu. Sang kakek tertawa kecil. “Kalau begitu pakai cangkir ini saja”, pinta sang kakek sambil memberikan cangkir yang terlihat biasa. “Boleh kek…”, jawab sang cucu senang.

“Hmmm…, enak banget kek. Teh kakek memang hebat”, puji sang cucu sambil meminta secangkir lagi. Kali ini sang kakek meminta cucunya memakai cangkir paling mewah. Sang cucu mengiyakan dan berkata, “Mau pakai cangkir apapun boleh kok kek, lagipula aku bukan suka cangkirnya, aku suka TEHNYA“.

Setelah 3 cangkir, sang cucupun puas dan kembali keluar bermain bersama teman-teman sebayannya. Keempat sahabat ini hanya bisa bingung melihat apa yang dilakukan gurunya.

“Apakah kalian telah menemukan jawabannya?”, tanya sang guru. Keempat sahabat ini saling memandang dan menggelengkan kepala. Sang guru hanya tertawa kecil dan menambah bingung keempat muridnya.

“Murid-muridku, apa yang kamu tanyakan tadi, jawabannya baru saja dikatakan cucuku. Sayang, kalian tidak menyadarinya dan aku juga tidak heran kalian datang padaku dengan segala keluhan itu”.

“Kebahagiaan yang kalian cari tidak didapatkan dari luar, tetapi didapatkan dari dalam”.

“Ketika aku membawa 6 cangkir tadi diawal, kamu berdua (Amir dan Amat) langsung mengambil cangkir yang terlihat paling mewah padahal aku meletakkannya paling jauh. Sedangkan kamu berdua (Budi dan Andi) melakukan hal yang sama, padahal didepan dan paling dekat adalah cangkir yang sama hanya berbeda terlihat jelek saja”.

“Ketika kamu mendapatkan cangkir yang kurang bagus menurutmu, kamu mulai memperhatikan sekelilingmu dan sesamamu yang mendapatkan cangkir yang bagus dan mewah. Kamu mulai membandingkan cangkirmu dengan cangkir orang lain sehingga menjadi iri dan dengki dengan cangkirmu sendiri”.

“Tetapi, kalian lupa, cangkir itu hanyalah wadah. Kalian lupa bahwa cangkir itu akan diisi tehnya. Dan sesungguhnya menurutmu mana yang lebih penting ketika kamu INGIN meminuh teh, cangkirnya ataukah TEHNYA?”.

“Itulah mengapa kamu tidak menemukan kebahagiaan seberapapun kamu mengejarnya, karena kamu MENGEJAR dan MEMBANDINGKAN CANGKIRNYA, bukan MENIKMATI TEHNYA. Semakin kamu membandingkan cangkirnya, semakin kamu tidak menikmati tehnya”.

“Ketika cucuku kuminta meminum teh kesukaanku dan juga kesukaannya, apapun cangkir yang kutawarkan, dia terima dengan gembira. Baginya, mau cangkir apa saja tidak masalah karena dia menginginkan tehnya”.

“Itulah yang sekarang kamu perbuat murid-muridku. Kamu mengejar cangkirnya (luar), tapi kamu melupakan isinya (dalam). Kebahagiaan tidak berasal dari luar, ia berasal dari dalam”.

“Menginginkan cangkir yang bagus itu baik, tetapi ketika kamu mulai MEMBANDINGKAN cangkirmu dengan cangkir orang lain, itu sudah tidak baik. Semua mempunyai teh yang sama enaknya, sayangnya banyak yang MENGIRA dan BERASUMSI bahwa tehnya akan menjadi lebih enak dipadukan cangkir yang mewah”.

“Kamu tidak memakan cangkirnya, kamu meminum tehnya. Kamu juga tidak bisa membeli bahagia, kamu hanya bisa MEMILIH untuk berbahagia. KAPAN SAJA dan DIMANA SAJA“.

🙂

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 15, 2015 in Kisah Inspiratif

 

Berbaik sangkalah :)

Baik SangkaIlustrasi kehidupan yang luar biasa…

Seorang dokter sedang bergegas masuk ke dalam ruang operasi…
Ayah dari anak yang akan dioperasi menghampirinya “Kenapa lama sekali anda sampai ke sini? Apa anda tidak tau, nyawa anak saya terancam jika tidak segera dioperasi?” Labrak si ayah.

Dokter itu tersenyum, “Maaf, saya sedang tidak di RS tadi, tapi saya secepatnya ke sini setelah ditelepon pihak RS.”

Kemudian ia menuju ruang operasi, setelah beberapa jam ia keluar dengan senyuman di wajahnya, “Keadaan anak anda kini stabil.” Tanpa menunggu jawaban sang ayah, dokter tsb berkata “Suster akan membantu anda jika ada yg ingin anda tanyakan.” Dokter tsb berlalu.

“Kenapa dokter itu angkuh sekali? Dia kan sepatutnya memberikan penjelasan mengenai keadaan anak saya!” Sang ayah berkata pada suster.

Sambil meneteskan airmata suster menjawab, “Anak dokter tsb meninggal dalam kecelakaan kemarin sore, ia sedang menguburkan anaknya saat kami meneleponnya untuk melakukan operasi pada anak anda. Sekarang anak anda telah selamat, dan ia bisa kembali berkabung.”:….
Sang Ayahpun terdiam mendengarkan penjelasan dari suster tersebut..
……………………….

Pelajaran :

JANGAN PΕRNΑН TERBURU-BURU MENILAI SESEORANG…
Tapi maklumilah tiap jiwa di sekeliling kita yang menyimpan cerita kehidupan tak terbayangkan di benak kita…

Αdα air mata di balik setiap senyuman…
Αdα kasih sayang di balik setiap amarah…
Αdα pengorbanan di balik setiap ketidak pedulian…
Αdα harapan di balik setiap kesakitan…
Αdα kekecewaan di balik setiap derai tawa…

Semoga bermanfaat agar kita menjadi manusia dengan rasa maklum yang semakin luas dan bersyukur dengan apa yang telah TUHAN berikan dalam hidup ini.

INGAT, kita bukan satu2nya manusia dengan segudang masalah…

Tersenyumlah…
Senyum mampu membasuh setiap luka…
Maafkanlah…
Maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit..

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa.”  (QS. Al-Hujurat (49): 12)

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah seduta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” (Hadist Riwayat Bukhari Muslim)

Semoga Bermanfaat..

Dari Berbagai sumber.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 2, 2015 in Artikel

 

Tag: ,

Davit Putra, Mantan pegawai swasta kini sukses berbisnis online dengan omset mencapai ratusan juta rupiah.

Davit Putra

Davit Putra, CEO RWP

Davit Putra, Ayah dari 1 orang istri dan 3 orang anak. Tahun 2007 beliau masih bersatus karyawan disebuah perusahaan swasta. Tahun 2008 tepatnya desember 2008 pak David mengajukan pengunduran diri sebagai karyawan diperusahaan tempat dia bekerja. Usianya saat itu 31 Thn. Pengunduran dirinya bukan karena dia mendapatkan pekerjaan baru. Dia resign dari kantornya karena aktivitas yang dilakukan tahun 2007 sampe 2008 sudah bisa memberikan penghasilan yang justru nilainya berkali lipat dengan gaji dari kantornya. Apa aktivitas yang beliau lakukan?? Sehingga begitu berani resign dari kantornya yang notabene sudah punya penghasilan tetap. Ternyata sejak tahun 2007 beliau menggeluti ilmu yang disebut dengan internet marketing atau nama lainnya adalah bisnis online. Dan saat tulisan ini dibuat diperkirakan penghasilan beliau dari bisnis online sudah mencapai omset ratusan juta rupiah..Wow..luar biasa ya..hmm.

Dibawah ini kutipan singkat mengenai perjalanan beliau pada saat mulai mencoba-coba berbisnis online sampai sukses seperti saat ini (langsung dari rahasia website pemula) Selamat menyimak..

 

Oleh : Bpk Davit Putra

Saya sangat tertarik waktu itu dengan bisnis online karena terdesak kebutuhan hidup. Ya, kebutuhan hidup yg mendesaklah yg mendorong saya mencari sumber penghasilan sampingan dari internet.

Meski sudah menjalankan Bisnis Offline sejak 4 tahun sebelumnya dan posisi saya masih status karyawan waktu itu, namun kebutuhan hidup anak dan istri tidak bisa terpenuhi secara layak. Belum lagi saya sedang membiayai adik bungsu sekolah SMA di Bogor waktu itu. Juga menanggung biaya hidup adik yg satu lagi karena sedang mencari pekerjaan di Bogor.. Maklum karena Ayah sudah meninggal dunia, dan saya anak lelaki paling besar di keluarga. Pikiran saya benar-benar kacau waktu itu, Pembayaran sekolah adik sering tertunggak, saya sering dipanggil kepala sekolahnya, dalam kondisi bingung, anak saya pernah masuk rumah sakit karena menderita diare akut.

Apalagi yg namanya bisnis offline saya waktu itu mengalamai kerugian karena besarnya operasional, hutang menumpuk ke supplier, dan gaji saya yg kecil tidak mampu diandalkan. Terkadang gaji saya habis untuk memodali usaha offline dan menyicil hutang, Sementara kebutuhan anak istri tidak terpenuhi secara layak atau bisa dikatakan dalam kondisi tertekan. Waktu itu kepala saya terasa mau pecah saja. Pikiran terasa berat sekali.

Saya merasa bersalah karena dulu pada awalnya sayalah yg mengajak istri untuk membuka usaha. Lalu sekarang saya merasa orang paling bersalah pada istri. Saya merasa waktu itu menjadi suami yg gagal. Beban hidup kami semakin terasa berat ketika saya tahu istri ternyata hamil lagi untuk anak yg kedua. Kami sebenarnya merencanakan anak kedua sekitar 3 tahun kemudian, namun TUHAN kayaknya lebih tahu apa yg terbaik buat kami. Dia-lah yg berhak menentukan kapan anak kami lahir. Dalam keadaan bingung dan setengah putus asa, Saya terus mencari informasi sumber penghasilan tambahan, baik dengan membaca iklan di Koran, iklan di tiang listrik pinggir jalan, iklan di stasiun kereta api, dan infromasi di internet. Pernah Saya tertarik kerja/bisnis stuffing amplop, namun tidak yakin dengan cara kerjanya. Pernah Saya mau melamar sebagai pelayan restoran, tukang cukur, dan tukang pijit refleksi. Saya pikir 3 pekerjaan tsb bisa dijalankan sampingan selain pekerjaan utama Saya di kantor.

Ternyata dalam keadaan saya berusaha keras mencari jalan keluar tersebut, Tuhan mulai menurunkan keajaibannya. Tuhan tidak tinggal diam melihat ikhtiar yg saya lakukan.

Akhir November ke Desember 2007 saya iseng-iseng mampir di warnet sepulang kerja. Padahal sudah beberapa bulan saya tidak ke warnet. Maklum kalo ke warnet saya paling ngecek email dan melihat-lihat berita. Saya melihat email sudah menumpuk dari berbagai sumber. Namun tidak semuanya saya baca. Yang saya baca adalah informasi peluang bisnis yg dikirimkan orang-orang ke email saya.Waktu itu saya ingat, dalam 2 tahun terakhir saya terus dikasih informasi tentang bisnis yg diajarkan suatu pusat pembelajaran internet di Indonesia (sumber ke-1). Ada orang yg secara rutin mengirimkan informasi tsb. Namun hati saya sempat menolak karena khawatir ini semacam bisnis MLM. Saya memang pernah mengikuti bisnis MLM beberapa kali, namun berhenti karena merasa kelelahan sendiri. Lalu saya mulai mencari ide bisnis lain di google karena setahu saya google adalah tempatnya mencari sumber berita.

Dari sekian banyak hasil pencarian tentang bisnis online, mata saya tertuju pada “kalimat yg berkaitan dengan bisnis produk informasi”. Saya klik linknya, lalu saya mulai membaca halaman pertama dari website tsb. Setelah saya baca sekitar 30 menit, hati saya langsung berteriak girang. “Wah, ini dia kayaknya yg Saya cari…!” ‘Mungkin ini jalan yg diberikan Tuhan’.

 Inilah asal-mulanya saya mengenal bisnis online. Padahal saya gak punya bekal pengetahuan sama sekali sebelumnya. Hanya modal nekad yg saya andalkan untuk bisa merubah nasib keluarga. Perjalanan panjang pun saya mulai dgn menekuni bisnis online dari warnet dimalam hari. Kadang saya pulang jam 01.00 malam ketika rumah sudah terkunci. Kadang jam 02.00-03.00 WIB menjelang subuh. Istri saya sempat khawatir dan berusaha berkali-kali nelpon. Saya katakan saja ada peluang bisnis sampingan di internet. Istri tidak mudah juga percaya, karena katanya bisnis kok malem-malem. Yah, meskipun istri belum percaya dan curiga Saya sering pulang larut malam, Saya terus aja jalan…..Prinsip Saya : “Berani karena benar”, he…he…he….Saya gak kan macem-macem kok di luar meski pulang malem. Yang ada di benak Saya waktu itu adalah cari duit, cari duit, cari duit. Tentu dengan cara halal carinya….

Saya sempat menargetkan dapat Rp. 3 juta per bulan waktu itu. Namun yg saya dapatkan pada bulan pertama cuma Rp. 50.000,-. Pedih memang, karena hasil tidak seimbang dengan tenaga dan biaya yg udah dikeluarkan.

Begitulah, 2 bulan saya jalankan bisnis online dalam keadaan minus. Saya terus belajar dan praktekkan ilmu yg diajarkan sumber ke-2 dan sumber ke-1. Bulan kedua saya sudah dapat Rp. 100.000,-. Bulan ketiga saya dapatkan Rp. 300.000,-. Namun masih minus jika dikurangi operasional warnet dan biaya makan. Tapi saya mulai yakin, jika saya pantang menyerah seperti orang-orang yg sudah berhasil di bisnis online, kehidupan keluarga saya bisa berubah.

Bulan demi bulan berlalu, hingga bulan ke-5 saya baru bisa belajar membuat yg namanya website. Sejak memiliki website dan mengikuti pelajaran di sumber ke-1 dan ke-2, penghasilan online saya terus meningkat. Dari 1 juta, 2 juta, 4 juta, 5 juta, 10 juta, hingga bisa menembus 20 juta sebulan (semua memerlukan proses jatuh bangun, tidak instant). Sekarang, setelah saya keluar dari status karyawan, saya menargetkan bisa menghasilkan di atas Rp. 100 juta perbulan..

 Akhirnya, Gara-gara Bisnis Online, saya bebas mengatur waktu kerja.

Gara-gara Bisnis Online, saya bebas mau jalan sama anak istri kapan saja.

Gara-gara Bisnis Online, saya bisa menyalurkan hoby olah raga jogging kapan pun waktunya.

Gara-gara Bisnis Online, saya bisa merekrut karyawan baru.

Gara-gara Bisnis Online, saya bisa mengajar orang lain.

Gara-gara Bisnis Online, saya jadi mengenal kembali Kebesaran Tuhan.

Sampai-sampai saya punya ide mau buat buku dengan judul :

“Mengapa Baru Sekarang Aku Mengenal Tuhan?”.

Davit Putra

Davit putra dan anak

Gimana sobat, luar biasa ya kisahnya..sangat menginspirasi. Jika sobat bercita-cita seperti Pak Davit terutama tentang financial, coba baca panduan lengkapnya di rahasia website pemula. Walapun sobat masih gaptek, tidak jadi masalah. Semuanya butuh proses dan belajar. Yang jelas sobat punya motivasi kuat untuk menjadi seperti pak Davit.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 30, 2014 in Kisah Inspiratif

 

Tag: , , ,

Ebook Gratis : Kisah Manusia Pembawa Ember dan Manusia Pipa

Pablo dan brunoMungkin kisah ini sudah pernah anda dengar ataupun anda baca, yaitu kisah si Pablo dan Bruno Yang menceritakan paradigma dalam mencari uang. Anda secara tidak langsung akan diajak untuk bagaimana mencari uang dengan kerja keras ataukah dengan kerjas cerdas.Cerita singkat ini sangat bagus sekali dan telah memberikan motivasi yang sangat besar kepada penulis, dan mungkin juga untuk anda.

Download ebooknya dengan mengklik tombol di bawah ini!

DOWNLOAD DISINI!

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 30, 2014 in E-book motivasi

 

Tag: , , , ,

Tabur KEJUJURAN, menuai KEPERCAYAAN

Tabur KEJUJURAN, menuai KEPERCAYAAN

Seorang CEO hendak mewariskan perusahaan besar kepada karyawan terbaiknya. Untuk itu ia memanggil seluruh karyawannya, memberikan masing-masing sebutir BENIH di tangannya dan berkata, “Sirami dengan teratur, rawat, dan kembalilah setahun dari sekarang dengan membawa tanaman yang tumbuh dari benih ini. Yang TERBAIK, pemiliknya akan menjadi penggantiku sebagai CEO perusahaan ini.”

Seorang karyawan, Rahmat, pulang ke rumah. Setiap hari disiraminya dengan air dan pupuk. Setelah 6 bulan, di kantor, eksekutif lainnya saling membicarakan tanaman mereka, Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 4, 2014 in Artikel

 

Tag: , , , ,

Pesan dan Nasehat orang terkaya ke 3 dunia – Waren Buffet

Pesan dan nasehat Waren BuffetSiapa yang tidak kenal dengan Warren Buffett ? Wah, kalau masih ada yang tidak mengenal siapa beliau, berarti Anda ‘keterlaluan’. Hehehe…

Warren Buffett adalah mahaguru investasi dunia. Beliau telah mengumpulkan kekayaan milyaran dollar lewat kecerdikannya berinvestasi melalui bendera Berskhire Hathaway, perusahaan yang dikelolanya.

Berikut ini adalah wawancara yang pernah ia lakukan dengan CNBC.

Dalam wawancara tersebut ditemukan beberapa aspek menarik dari hidupnya :

Ia membeli saham pertamanya pada umur 11 tahun dan ia sekarang menyesal karena tidak memulainya dari masih muda.
Pesan: Anjurkan anak anda untuk berinvestasi [Encourage your children to invest]

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 3, 2013 in Artikel

 

Tag: , , , ,

Pelajaran Berharga dari Para Juara Dunia

Pelajaran berharga dari para juara duniaKita pada umunya selalu tertarik dengan para juara dunia karena mereka telah berhasil melakukan apa yang kebanyakan orang tidak dapat meraihnya. Sepertinya menyenangkan melihat mereka menaiki podium dan kemudian mengekspresikan perasaannya, seolah-olah ingin mengatakan bahwa perjuangan dan pengorbanan mereka akhirnya terbayar lunas. Bagi anda yang menyukai balap motor, disitu ada Valentino Rossi, juara dunia moto GP sebanyak 7 kali. Bagi anda yang menyukai tenis, disitu ada Roger Federer. Bagi anda yang menyukai golf, disitu ada Tiger Woods, dst. Indonesia pun tidak kalah hebat sebetulnya, kita memiliki legenda bulu tangkis Rudi Hartono, juara 8 kali All England. Jika kita mengamati lebih dalam tentang diri mereka, ada beberapa kesamaan sikap dan pola pikir yang selalu ada pada diri seorang juara, kita sebut saja hal itu adalah kebiasaan seorang pemenang.

Berikut 5 diantaranya :
1. Persiapan adalah kunci
Para juara dunia memahami betul bahwa persiapan adalah kunci untuk memenangkan persaingan. Mereka tahu bahwa tanpa ribuan jam yang mereka habiskan untuk berlatih, menjadi pemenang sangatlah tidak mungkin. Itulah mengapa mereka rela setiap hari berlatih berjam-jam untuk mengasah terus kemampuan mereka. Tiger Woods berlatih 1000 pukulan setiap hari. Dalam golf, 1000 pukulan kurang lebih menghabiskan waktu 8 jam.

2. Usaha ekstra
Satu milidetik dapat membuat perbedaan antara menang dan kalah. Para atlit di olimpiade mengetahui dengan pasti bahwa satu milidetik dapat membuat mereka menjadi seorang juara atau hanya runner up. Untuk menjadi yang terbaik di dunia, mereka selalu mengeluarkan usaha ekstra dalam latihan mereka dan memacu diri mereka sendiri untuk melakukan lebih dan lebih meskipun mereka telah lelah.

3. Memiliki tujuan yang harus dicapai dalam benaknya
Ada sebuah kata bijak yang mengatakan bahwa: ”Jika anda tidak dapat melihatnya, anda tidak dapat meraihnya.” Adalah sesuatu yang tidak mungkin untuk dicapai jika anda tidak mengetahui kemana dan jalan apa yang harus dilalui untuk menjadi seorang pemenang. Juara dunia tidak mengandalkan kesempatan atau keberuntungan untuk meraih kemenangan. Mereka menjadi juara karena memiliki tujuan yang harus dicapai dalam benaknya. Mereka membuat rencana bagaimana mencapainya dan melakukan rencana tersebut dengan penuh disiplin

4. Melakukan segala sesuatu dengan tuntas
Sekali rencana telah dibuat, mereka selalu menyelesaikan semua tugas dengan tuntas. Tidak ada kata yang namanya ”nanti dahulu”. Dengan komitmen untuk selalu menyelesaikan segala tugas sampai selesai, tidak peduli betapa berat tugas tersebut, tidak perlu diragukan lagi bahwa mereka kelak akan mencapai hasil yang luar biasa

5. Ketekunan
Tanpa ketekunan, rasanya mustahil bagi siapapun untuk mencapai puncak, sebab perjalanan menuju puncak penuh dengan kerikil dan batu-batu tajam. Para juara dunia memiliki ketekunan untuk terus melaju tidak peduli seberapa banyak rintangan yang mereka hadapi. Mereka sadar bahwa jalan yang mereka lalui sangat berat, namun mereka tetap bertahan karena mereka memiliki gambaran dengan sangat jelas bahwa jika mereka tidak menyerah, mereka pasti akan mencapai puncak. Hanya tinggal masalah waktu saja.

Sumber : http://www.akuinginsukses.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 26, 2013 in Artikel

 

Tag: , , , , , , , ,